PATI — Genangan rob yang melanda Desa Tunggulsari, Tayu, Pati, sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Air laut tak hanya merendam rumah warga, tapi juga mengganggu akses lingkungan, kegiatan sekolah, dan usaha warga pesisir.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (23/6). Ia didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan sejumlah pejabat terkait. Dari hasil peninjauan, sejumlah titik permukiman masih terendam genangan. Air laut masuk akibat tingginya pasang dan kondisi tanggul penahan yang rusak.
Pemprov Jateng menyiapkan dana Rp400 juta untuk pembangunan tanggul darurat. Anggaran ini akan difokuskan di sejumlah titik yang menjadi jalur masuk air laut ke permukiman warga.
“Dampak rob ini luar biasa, khususnya di wilayah Tayu, Pati. Yang paling utama adalah membuat tanggul agar air rob tidak masuk rumah. Untuk jangka pendek kita siapkan dana Rp400 juta,” tegas Luthfi.
Salah seorang warga, Jumi’ah, mengaku air rob yang masuk ke rumahnya mencapai sekitar setengah meter. Ia terpaksa memindahkan lokasi berjualan ke tempat yang lebih tinggi agar tetap bisa mencari nafkah.
“Air masuk rumah kurang lebih setengah meter. Saya sampai harus memindahkan dagangan ke tempat yang lebih tinggi supaya tetap bisa berjualan,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati juga menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang akan dibahas adalah pembangunan sistem tanggul laut terintegrasi di kawasan pesisir.
“Untuk jangka panjang itu nanti banyak yang harus kita kerjakan, nanti kita rapatkan kembali untuk mengambil langkah-langkah komperhensif,” ucap orang nomor satu di Jawa Tengah itu.