JAWA TENGAH — IHSG ditutup menguat 0,69 persen ke level 5.916 pada perdagangan Senin (6/7) kemarin, dengan volume transaksi mencapai Rp9,43 triliun. Namun, momentum penguatan itu dinilai belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka pendek.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks masih rawan melanjutkan koreksi. Menurut dia, IHSG berpotensi turun ke kisaran 5.472-5.540 pada hari ini.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 5.472-5.540. Namun, tetap cermati skenario alternatif yang mengindikasikan awal fase penguatan," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia memproyeksikan support harian berada di level 5.486 dan 5.317, sementara resistance di 6.007 dan 6.286. Saham rekomendasi Herditya meliputi BBRI, MDKA, TINS, dan XCEG.
Sebaliknya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks masih berpeluang menguat. Ia menyebut tren naik jangka pendek masih terjaga, dengan target kenaikan di level 5.985.
"IHSG berpotensi menguji target kenaikan di level 5.985. Sementara itu, level 5.739 menjadi support yang perlu dicermati," ujar Ivan.
Ia memproyeksikan rentang support lebih lebar di 5.739, 5.607, 5.472, dan 5.314, serta resistance di 5.983, 6.083, 6.256, 6.545, hingga 6.835. Saham pilihan Ivan adalah ADRO, BBNI, CPIN, EMTK, dan ICBP.
Perbedaan proyeksi kedua analis mencerminkan ketidakpastian arah indeks dalam jangka pendek. Level 5.739 menjadi support krusial—jika ditembus, potensi koreksi lebih dalam ke 5.472-5.540 terbuka lebar.
Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas 5.916 (level penutupan kemarin) dan menembus resistance 5.983, skenario penguatan menuju 6.083-6.256 kembali hidup.
Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan tambang yang mendominasi rekomendasi analis.
Investasi mengandung risiko.