PEMALANG — Sebanyak 173 desa di Kabupaten Pemalang bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Ratusan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) pun dikerahkan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib.
Apel gelar pasukan pengamanan digelar di Alun-alun Kabupaten Pemalang. Kegiatan itu menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh personel siap bertugas. Apel dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemalang.
Dalam apel tersebut, para personel Satlinmas juga memperagakan cara menangani gangguan keamanan di tempat pemungutan suara (TPS). Simulasi itu bertujuan menguji kesiapan teknis anggota dalam menghadapi potensi kericuhan saat pencoblosan.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa apel ini merupakan bentuk kesiapan bersama dalam menyukseskan pesta demokrasi tingkat desa. Ia menginstruksikan seluruh anggota menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi tinggi.
“Perkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta penyelenggara Pilkades,” ujar Anom Widiyantoro. Ia juga meminta personel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan seperti penyebaran informasi palsu, provokasi, dan tindakan yang bisa memicu konflik sosial.
“Perbedaan pilihan merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Tetapi persatuan, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama yang harus kita jaga,” tuturnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana Pilkades tetap damai dan penuh persaudaraan. Ia optimistis Pilkades Serentak di Pemalang akan sukses dan menghasilkan pemimpin desa yang amanah.
“Saya optimis Pilkades Serentak di Pemalang akan sukses, aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin-pemimpin desa yang amanah dan mampu membawa kemajuan masyarakat desanya,” pungkasnya.