SOLO — Prosesi pembersihan puluhan set gamelan dan sejumlah patung keramat mengawali rangkaian Kirab Budaya di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Minggu (7/7). Ritual tahunan yang digelar pada bulan Suro dalam kalender Jawa ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.
Pantauan di lokasi, gamelan kuno dan artefak bersejarah dikeluarkan dari tempat penyimpanan, lalu dibersihkan satu per satu menggunakan air kembang. Prosesi berlangsung khidmat, diikuti oleh para seniman, abdi dalem, dan masyarakat umum yang antusias menyaksikan.
Kepala UPT Pengelola Gedung Wayang Orang Sriwedari menyebutkan tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun. "Kami berdoa agar aktivitas kesenian di Sriwedari tetap lestari dan semakin diminati generasi muda," ujarnya.
Selain jamasan, kirab budaya menampilkan puluhan peserta dengan pakaian tradisional Jawa, mengarak pusaka dan sesaji mengelilingi kawasan Sriwedari. Kemeriahan acara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tengah berkunjung ke Kota Solo.
Bulan Suro atau Muharram dalam tradisi Jawa kerap diisi dengan berbagai kegiatan spiritual dan budaya. Pemkot Solo secara konsisten mendukung pelestarian warisan budaya tak benda ini melalui event tahunan yang melibatkan komunitas seni lokal.
Gedung Wayang Orang Sriwedari sendiri merupakan salah satu ikon kebudayaan di Solo yang masih aktif menggelar pertunjukan secara rutin. Dengan adanya ritual tahunan ini, diharapkan minat masyarakat terhadap kesenian tradisional terus tumbuh.