DPRD Batang Minta Pemkab Libatkan Penjahit Lokal dan UMKM di Pengadaan Seragam Gratis Siswa

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 15:16:01 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Batang dorong keterlibatan penjahit lokal dalam program seragam gratis siswa.

BATANG — Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang, Tofani Dwi Arieyanto, menegaskan bahwa program seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP harus berjalan sesuai arahan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan. Arahan tersebut secara spesifik meminta agar penjahit lokal, pelaku UMKM konveksi, dan pengrajin di sekitar sekolah dilibatkan secara aktif.

Manfaat Ganda: Ringankan Orang Tua, Hidupkan Ekonomi Warga

Menurut Tofani, program yang bersumber dari APBD Kabupaten Batang ini tidak boleh hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar. “Jangan sampai pengusaha besar yang menikmati program ini, sementara penjahit kecil dan UMKM hanya menjadi penonton,” ujarnya di Gedung DPRD Batang, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai keterlibatan pelaku UMKM akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Program ini, lanjutnya, harus mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar bantuan sosial bagi siswa.

Mekanisme Pengadaan: Sekolah Ukur Langsung ke Siswa

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan sebelumnya telah menetapkan mekanisme pengadaan melalui Bosda. Dalam pelaksanaannya, sekolah didorong untuk melibatkan penjahit di lingkungan sekitar dengan cara melakukan pengukuran langsung kepada siswa.

Langkah ini diambil agar seragam yang dihasilkan sesuai ukuran sekaligus memastikan dampak ekonomi mengalir ke masyarakat sekitar sekolah. “Program ini harus dijalankan sesuai arahan Bupati. Penjahit lokal, UMKM konveksi, maupun pengrajin di sekitar sekolah harus diberi kesempatan ikut berpartisipasi,” tegas Tofani.

Keluhan Penjahit Lokal Belum Tersentuh Program

Sejumlah penjahit di Kecamatan Batang, Subah, Banyuputih, Bawang, dan Bandar sebelumnya mengaku belum mendapat kesempatan terlibat dalam pengadaan seragam gratis. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi pelaksanaan program agar semangat pemberdayaan UMKM benar-benar terwujud.

DPRD Batang pun mendorong agar evaluasi dilakukan secara berkala. Tujuannya, tidak ada lagi pelaku UMKM yang hanya menjadi penonton di program yang seharusnya menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top