Pemkot Semarang Siapkan Tanggul Darurat dan Normalisasi Saluran untuk Atasi Rob Bulanan di Tambak Lorok

Penulis: Lukman Hakim  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:29 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau lokasi rob di Tambak Lorok sebagai langkah awal penanganan.

SEMARANG — Genangan air laut yang rutin datang setiap bulan di kawasan pesisir Tambak Lorok tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam infrastruktur permukiman. Menyikapi kondisi itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan penanganan darurat dan perbaikan saluran air akan segera dilakukan sebelum siklus pasang berikutnya tiba.

Saluran Tertutup Bangunan Jadi Penyebab Utama

Hasil peninjauan langsung di lapangan menunjukkan sejumlah saluran air di sekitar permukiman warga tidak berfungsi optimal. Beberapa titik saluran tertutup akibat aktivitas atau bangunan yang berdiri di atasnya, sehingga aliran air tidak bisa mengalir lancar saat rob terjadi.

“Kami ingin menyelesaikan keresahan warga akibat rob yang terjadi hampir setiap bulan. Setelah melihat langsung di lapangan, memang ada beberapa pekerjaan yang harus segera dilakukan,” kata Agustina di sela peninjauan, Kamis malam.

Salah satu pekerjaan itu membutuhkan persetujuan warga agar saluran yang selama ini tertutup bisa dibuka kembali. Untuk itu, Agustina meminta pihak kecamatan dan kelurahan segera menggelar rembuk bersama warga.

Tanggul Kantong Pasir Dipasang Sebelum Pasang Berikutnya

Selain normalisasi saluran, Pemkot Semarang menyiapkan langkah jangka pendek berupa pemasangan tanggul sementara menggunakan sandbag atau kantong pasir. Tanggul ini akan ditempatkan di titik-titik yang kerap menjadi jalur masuk air laut ke permukiman.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah diminta untuk segera memasang tanggul darurat tersebut. “Mudah-mudahan seluruh upaya ini bisa mengurangi dampak rob pada bulan berikutnya,” pungkas Agustina.

BBWS Diminta Perbaiki Sheet Pile yang Retak

Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait kerusakan infrastruktur penahan rob di kawasan tersebut. Struktur tembok sheet pile yang mengalami keretakan dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak memperparah kondisi saat pasang air laut kembali terjadi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman BBWS agar struktur tembok sheet pile yang retak bisa segera ditangani. Selain itu, DPU juga segera memasang tanggul kantong pasir sebagai langkah darurat untuk menahan limpasan air ke permukiman warga,” jelas Agustina.

Dukungan Warga Jadi Kunci Penanganan

Agustina menekankan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar proses penanganan di lapangan berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru. Rembuk antara camat, lurah, dan warga diharapkan menghasilkan kesepakatan yang memudahkan intervensi dari DPU dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Nanti akan dirembuk antara Bu Camat, Pak Lurah dengan warga, supaya nanti teman-teman dari DPU dan Disperkim kalau melakukan intervensi tetap aman,” ujarnya.

Rob Bulanan: Kombinasi Penurunan Tanah dan Drainase Buruk

Penanganan rob di Tambak Lorok menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus dihadapi Kota Semarang. Selain faktor penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut, kondisi drainase dan infrastruktur pesisir yang belum optimal membuat kawasan tersebut masih rentan terdampak banjir rob hampir setiap bulan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top