KARANGANYAR — Bagi warga yang sering melintas atau berolahraga di GOR RM Said, nama tempat itu bukan sekadar identitas. Di baliknya, tersimpan jejak perjuangan seorang pangeran yang namanya harum dalam sejarah perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Raden Mas Said adalah putra dari Mangkunegara II yang lahir pada 1725. Ia dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa, julukan yang diberikan lawan-lawannya karena keganasannya di medan perang. Julukan itu berarti "pengambil nyawa" atau "pemburu nyawa", merujuk pada taktik gerilyanya yang sulit diprediksi.
Raden Mas Said bukan sekadar nama biasa. Ia adalah pendiri Kadipaten Mangkunegaran dan bergelar Mangkunegara I. Perjuangannya melawan VOC berlangsung puluhan tahun, dimulai sejak usia muda saat ia bergabung dengan pemberontakan melawan Belanda di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Strategi perang gerilya yang ia terapkan membuat VOC kewalahan. Ia mampu memobilisasi rakyat dan memanfaatkan medan berat untuk menjebak pasukan kolonial. Keberhasilannya dalam beberapa pertempuran besar menjadikannya simbol perlawanan rakyat Jawa saat itu.
Pemberian nama GOR RM Said di Karanganyar merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan martabat bangsa. Nama ini dipilih untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan pahlawan lokal.
GOR yang terletak di pusat Kota Karanganyar ini menjadi salah satu ikon olahraga dan kegiatan masyarakat. Warga setempat kerap menggunakan fasilitas itu untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga acara budaya.
Selain namanya yang diabadikan, jejak perjuangan Raden Mas Said juga terekam dalam berbagai prasasti dan naskah kuno. Sosoknya dianggap sebagai representasi perlawanan rakyat kecil terhadap penindasan, sebuah nilai yang terus relevan hingga kini.
Bagi warga Karanganyar dan sekitarnya, GOR RM Said bukan hanya tempat berolahraga. Melainkan juga pengingat bahwa di tanah ini pernah lahir seorang pejuang yang tak gentar melawan penjajah. Sebuah nama yang layak dikenang lintas generasi.