JAWA TENGAH — Soitec merilis laporan aktivitas kontrak likuiditas untuk semester pertama tahun 2026, yang dikelola oleh BNP Paribas. Laporan itu mencakup periode hingga 30 Juni 2026 dan menunjukkan volume transaksi yang cukup besar di pasar saham.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Soitec membeli sebanyak 227.346 sahamnya sendiri dengan nilai total €17,36 juta. Jika menggunakan kurs estimasi Rp 16.000 per euro, nilai pembelian itu setara sekitar Rp 277,76 miliar.
Di sisi lain, perusahaan juga menjual 288.875 saham senilai €23,29 juta atau sekitar Rp 372,64 miliar. Selisih antara nilai jual dan beli mencerminkan dinamika pasar yang dikelola dalam kerangka kontrak likuiditas.
Kontrak likuiditas ini bertujuan menyediakan likuiditas bagi perdagangan saham Soitec di bursa, sekaligus mengurangi volatilitas harga yang ekstrem. Dana yang digunakan berasal dari kas perusahaan yang dialokasikan khusus untuk program ini.
Hingga penutupan semester pertama, saldo kas yang tersisa dalam kontrak tersebut masih dalam jumlah besar, meski laporan tidak merinci angka pastinya. Ini menandakan Soitec masih memiliki ruang untuk melanjutkan intervensi pasar jika diperlukan.
Pelaksanaan kontrak likuiditas ini dipercayakan kepada BNP Paribas, salah satu bank investasi terbesar di Eropa. Peran bank ini mencakup eksekusi pembelian dan penjualan saham secara harian sesuai parameter yang disepakati.
Laporan semacam ini diterbitkan secara berkala oleh perusahaan publik di Prancis untuk memenuhi transparansi pasar modal. Bagi investor, data ini memberikan gambaran sejauh mana perusahaan aktif menstabilkan harga sahamnya sendiri.