KENDAL — Sentra batu bata merah di Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, menjadi salah satu penopang ekonomi warga setempat. Usaha yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dari luar Kabupaten Kendal.
Namun, pemasaran produknya selama ini masih terbatas sehingga belum banyak dikenal oleh konsumen di luar daerah. Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 174 untuk turun tangan.
Dalam program yang digarap oleh Divisi Ekonomi Kreatif itu, mahasiswa tidak hanya mendokumentasikan proses produksi. Mereka juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan batu bata bersama para pengrajin.
Aktivitas yang diikuti mulai dari pengolahan tanah liat, pencampuran bahan, pencetakan, penjemuran, penyusunan, hingga pembakaran batu bata. Seluruh rangkaian proses tersebut direkam menjadi video promosi yang menampilkan kerja keras, ketelitian, dan potensi ekonomi masyarakat Desa Tamangede.
Video itu rencananya akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial sebagai media promosi jangka panjang.
Salah seorang pengrajin batu bata setempat, Muntolib, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang membantu memperkenalkan produk unggulan desa kepada masyarakat yang lebih luas.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu kami mempromosikan batu bata dari Desa Tamangede. Semoga usaha kami terus berkembang dan sukses selalu buat mahasiswa KKN,” ujarnya.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT ke-22 Posko 174, M. Robith Qolbaini Wibisono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk lokal.
“Kami melaksanakan program kerja dari Divisi Ekonomi Kreatif untuk membantu memperkenalkan dan meningkatkan pemasaran batu bata hasil karya warga Desa Tamangede agar dikenal lebih luas dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap promosi berbasis digital mampu meningkatkan daya saing sentra batu bata Desa Tamangede. Selain memperluas pasar, program tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.