TEGAL — Perubahan besar di SMP Negeri 5 Tegal tidak dimulai dari renovasi gedung atau pengadaan alat baru, melainkan dari arah kepemimpinan yang humanis. Sri Handayani Reksowati, sang kepala sekolah, meyakini bahwa tata kelola yang tegas dan berorientasi mutu bisa berjalan beriringan dengan pendekatan emosional yang hangat.
Sri Handayani mengusung tagline "Transformasi SMP Negeri 5 Kota Tegal melalui kepemimpinan yang tegas, meritokratis, humanis, dan berorientasi pada mutu pendidikan." Menurutnya, sikap humanis bukan berarti melonggarkan aturan, melainkan membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai.
"Ketika semua unsur sekolah merasa dihargai dan memiliki tujuan yang sama, perubahan positif akan lebih mudah diwujudkan," tutur Sri Handayani dalam podcast yang dipandu host Triana Destianti di Studio Radar Tegal Televisi.
Rasa percaya, kata dia, harus ditumbuhkan secara merata—antara kepala sekolah, guru, staf, siswa, hingga para orang tua murid. Tanpa fondasi kepercayaan itu, inovasi pendidikan sulit berakar.
Di luar pendekatan hati, Sri Handayani menegaskan bahwa manajemen sekolah tetap membutuhkan fondasi sistemik yang solid. Mekanisme kerja yang terukur, jelas, dan transparan menjadi syarat mutlak agar seluruh program bisa dieksekusi secara efektif.
Berbagai terobosan telah dihadirkan di SMP Negeri 5 Tegal. Inovasi tersebut meliputi penguatan budaya kerja guru, peningkatan kompetensi staf pengajar, hingga pembinaan karakter peserta didik. Sekolah juga memberi ruang luas bagi pengembangan bakat dan minat siswa secara personal.
Langkah ini bertujuan agar potensi unik setiap anak dapat terfasilitasi dengan optimal, sehingga lulusan sekolah tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di jenjang berikutnya.