Pencarian

Hadapi Arus Mudik, Jembatan Darurat di Grobogan Dikebut Usai Jalan Utama Terputus

Rabu, 18 Februari 2026 • 17:16:02 WIB
Hadapi Arus Mudik, Jembatan Darurat di Grobogan Dikebut Usai Jalan Utama Terputus

Jalur utama Grobogan–Semarang terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat dengan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat pemasangan jembatan armco sebagai solusi sementara. Jalur tersebut dinilai sangat vital karena menjadi akses utama distribusi logistik sekaligus rute mudik Lebaran.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Luthfi di lokasi tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (17/2/2026). Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan jalur tersebut segera dapat difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.

Jembatan armco dipasang di titik yang berdekatan dengan lokasi tanggul yang jebol dan menyebabkan akses utama putus total. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua langkah penanganan, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Dinas PUPR Jateng bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan penutupan tanggul yang jebol selama tiga hari, dilanjutkan penguatan tanggul hingga satu pekan. Selain itu, pembangunan jembatan darurat dilakukan guna menyambungkan kembali jalur transportasi.

Dalam upaya pencegahan berulangnya kejadian serupa, Luthfi juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar dilakukan normalisasi Sungai Tuntang, mengingat tingginya sedimentasi. Ia bahkan menghubungi langsung Menteri PUPR untuk mengusulkan percepatan normalisasi, mengingat kewenangan sungai berada di bawah BBWS.

Dampak jebolnya tanggul tidak hanya dirasakan di Grobogan, tetapi juga di Kabupaten Demak. Sungai Tuntang sendiri diketahui telah beberapa kali mengalami kejadian serupa. Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan bahwa jembatan armco telah dipindahkan dari Pati ke Tinanding dan materialnya ditargetkan tiba pada Selasa malam, dengan estimasi penyelesaian dalam waktu satu minggu.

Peristiwa jebolnya tanggul yang terjadi pada Senin (16/2/2026) sore tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. Akibatnya, sebanyak 42 desa di 10 kecamatan Kabupaten Grobogan terdampak banjir, dengan sekitar 9.000 kepala keluarga terdampak serta ratusan hektare lahan pertanian terendam.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks