Pencarian

PNM Bawa Model Social Collateral ke Forum D-8, 16,1 Juta Nasabah Mekaar Buktikan Peningkatan Pendapatan 74%

Jumat, 10 Juli 2026 • 10:26:02 WIB
PNM Bawa Model Social Collateral ke Forum D-8, 16,1 Juta Nasabah Mekaar Buktikan Peningkatan Pendapatan 74%
PNM memperkenalkan model social collateral dalam forum D-8 sebagai inovasi keuangan syariah inklusif.

JAWA TENGAH — Indonesia secara resmi membuka Halal Expo Indonesia di Jakarta dengan target memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi halal dalam kerangka D-8, sebuah blok yang menargetkan peningkatan perdagangan intra-blok hingga USD500 miliar pada 2030. Di tengah forum tersebut, PNM tampil sebagai representasi ekosistem keuangan syariah inklusif melalui sesi HEI Talk bertajuk "Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance."

Social Collateral: Agunan Fisik Diganti Akuntabilitas Komunitas

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa model pembiayaan yang diterapkan PNM berbeda secara fundamental dengan perbankan konvensional. "Keuangan syariah yang dirancang dengan tepat mampu menjadi instrumen nyata pengentasan kemiskinan, bukan sekadar produk di atas rak," ujarnya di hadapan delegasi dari Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan.

Yang membuat model ini distingtif adalah inovasi social collateral, di mana kelompok perempuan saling menjamin satu sama lain setiap minggu. Akuntabilitas komunitas menggantikan tumpukan dokumen administratif, sebuah mekanisme yang selaras dengan prinsip tanggung renteng dalam keuangan syariah. Pendekatan ini memungkinkan akses modal bagi pengusaha ultra mikro yang selama ini tak tersentuh sistem perbankan formal karena tak memiliki agunan fisik.

Dampak Ekonomi: Konsumsi Rumah Tangga Naik Rp55,81 Triliun

Data PNM menunjukkan bahwa model ini menghasilkan dampak ekonomi yang konkret. Dari 16,1 juta nasabah Mekaar yang dilayani melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan, sebanyak 72% kini memiliki peran nyata dalam pengambilan keputusan rumah tangga, dan 90% merasakan dampak kemandirian finansial secara langsung.

Sejak 2017, program ini berkontribusi terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun. Lebih dari itu, pertumbuhan ekspor pengusaha binaan PNM telah melampaui USD3 miliar, menandakan bahwa pemberdayaan sektor ultra mikro tidak hanya berdampak pada skala lokal tetapi juga menembus pasar global.

Apa Artinya bagi Ekosistem Keuangan Syariah Indonesia?

Kehadiran PNM di forum D-8 menempatkan Indonesia sebagai salah satu pionir dalam mengintegrasikan prinsip syariah dengan skema pembiayaan berbasis komunitas. Model social collateral yang dijalankan PNM menjadi studi kasus bagi negara-negara anggota D-8 yang tengah mencari formula efektif untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur keuangan inklusif.

Bagi investor dan pelaku bisnis, keberhasilan model ini membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan produk keuangan syariah yang berorientasi pada dampak sosial. Sementara bagi masyarakat umum, data PNM menunjukkan bahwa akses keuangan yang tepat—tanpa harus memiliki agunan fisik—dapat menjadi katalis bagi kemandirian ekonomi, terutama bagi perempuan di segmen ultra mikro.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks