Pencarian

Iklan Baru Anthropic Tuai Kecaman, Pakai Gambar Kuburan dan Pemukiman Kumuh

Rabu, 15 Juli 2026 • 04:21:31 WIB
Iklan Baru Anthropic Tuai Kecaman, Pakai Gambar Kuburan dan Pemukiman Kumuh
Iklan baru Anthropic menampilkan visual rumah terbakar, pemukiman kumuh, dan pemakaman, memicu kritik dari publik dan kompetitor.

JAWA TENGAH — Anthropic, perusahaan AI yang kerap memposisikan diri sebagai oposisi etis dari kompetitornya, kembali menjadi sorotan. Namun kali ini bukan karena teknologi Claude AI-nya, melainkan karena kampanye iklan yang dinilai mencekam dan kontraproduktif.

Isi Iklan yang Memicu Kontroversi

Iklan berjudul "There's hope in hard questions" dibuka dengan visual rumah terbakar. Adegan tersebut kemudian disusul rangkaian gambar diam yang menampilkan kerumunan orang yang diawasi teknologi pengenalan wajah, tunawisma tidur di jalan, barisan nisan di pemakaman, serta sekelompok buruh yang bekerja di tambang—yang diduga merupakan lokasi penambangan bahan baku ponsel pintar.

Narasi latar berisi pertanyaan-pertanyaan seperti "Bisakah AI dipercaya?" dan "Siapa yang akan mengerem jika kita perlu?"

Kritik Bertubi-tubi dari Kompetitor dan Publik

CEO OpenAI, Sam Altman, menjadi salah satu kritikus pertama yang angkat bicara. "Saya kira ini satire, terus mencari handle-nya apakah ditulis c1audeai atau sesuatu," tulis Altman di X pada Senin (15/4).

Kritik juga datang dari para pegiat teknologi. "Anthropic adalah perusahaan yang luar biasa. Dengan komunikasi perusahaan terburuk yang pernah ada," ujar seorang pengguna X. Sementara itu, pengamat lain menilai pendekatan ini menunjukkan gelembung pemikiran efektif altruis di Anthropic yang tidak sesuai dengan realitas publik.

Mengapa Iklan Ini Dianggap Bermasalah?

Banyak pihak menyoroti keputusan Anthropic menyertakan gambar yang tampak diambil dari Arlington National Cemetery. "Saya tidak bisa cukup menekankan betapa kacau balaunya Anthropic menjalankan iklan yang menyertakan gambar ini sambil bertanya 'Siapa yang akan mengerem jika kita perlu?'," komentar seorang pengguna.

Sejumlah analis menilai Anthropic sebenarnya mengikuti strategi pemasaran klasik: mengakui dan menguasai dampak negatif industri sebagai cara menunjukkan bahwa merekalah yang paling mampu menghindari atau memperbaiki kerusakan tersebut. Namun strategi ini justru berbalik arah.

Iklan ini juga mengingatkan beberapa pengamat pada urutan propaganda dalam film thriller paranoid era 1970-an, "The Parallax View", yang mengisahkan konspirasi perusahaan jahat—asosiasi yang tidak ideal bagi perusahaan yang ingin membuktikan diri sebagai kekuatan kebaikan.

Kontras dengan Strategi Pemasaran Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Anthropic membuat gebrakan pemasaran. Pada Februari lalu, saat Super Bowl, perusahaan ini meluncurkan serangkaian iklan yang secara humoris menyindir keputusan OpenAI menyertakan iklan di ChatGPT. Iklan-iklan tersebut justru mendapat sambutan positif dan memicu kemarahan kompetitor.

Perbedaan respons antara iklan Super Bowl yang ringan dengan iklan terbaru yang muram menunjukkan bahwa pendekatan pesimistis tidak selalu efektif untuk membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI.

Dampak bagi Pemasaran AI di Indonesia

Kontroversi ini menjadi pelajaran bagi perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia. Strategi pemasaran yang menonjolkan sisi gelap teknologi—meskipun dimaksudkan untuk menunjukkan kesadaran etis—berisiko justru menimbulkan ketidakpercayaan, terutama di pasar yang masih dalam tahap adopsi awal seperti Indonesia.

Belum ada pernyataan resmi dari Anthropic mengenai dampak kontroversi ini terhadap strategi pemasaran mereka ke depan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks