SEMARANG — KONI Jawa Tengah meluncurkan sistem informasi baru bernama Si Sakti untuk mendukung perhelatan Porprov XVII di Semarang Raya 2026. Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menyatakan sistem ini dirancang khusus mengawal seluruh kompetisi agar berjalan transparan.
“Sistem Si Sakti adalah satu sistem yang kami gunakan untuk mengawal pelaksanaan Porprov. Semua event, perkembangan kejadian, dan prestasi atlet langsung tercatat secara real-time,” kata Sujarwanto saat beraudiensi dengan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat.
Transparansi Data dan Antisipasi Kesalahan Input
Melalui sistem terintegrasi itu, panitia berharap tidak ada lagi keterlambatan waktu atau kesalahan input data hasil pertandingan. “Harapannya, saat pelaksanaan nanti, ini menjadi fasilitas yang baik, transparansi yang baik, dan menyajikan informasi terpercaya bagi masyarakat,” ujar Sujarwanto.
Si Sakti menjadi terobosan untuk memodernisasi tata kelola Porprov Jateng. Seluruh situasi terkini di lapangan hingga hasil prestasi atlet dapat dipantau secara terbuka oleh publik.
Finalisasi Persiapan dan Target 10.000 Partisipan
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen yang juga Ketua Panitia Besar Porprov XVII menyampaikan progres persiapan gelaran tersebut berjalan baik. “Hari ini progress-nya sudah bagus, tinggal finalisasi. Pendaftaran atlet akan dibuka sampai akhir bulan ini,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Porprov Jateng 2026 direncanakan melibatkan sekitar 10.000 orang, terdiri dari atlet dan ofisial. Seluruh arena di kabupaten/kota penyelenggara dinyatakan siap. Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu akan melibatkan tuan rumah Semarang Raya, meliputi Kota Semarang, Salatiga, Demak, Kabupaten Semarang, dan Kendal.
Dua Arena Pendukung di Surakarta dan Blora
Dua daerah pendukung lainnya adalah Kota Surakarta untuk arena balap sepeda track di Velodrome Manahan, dan aeromodeling di Bandara Ngloram, Blora. Untuk seremonial, acara pembukaan direncanakan berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, sedangkan acara penutupan akan digelar di GOR Kabupaten Kendal.
Batu Loncatan Menuju PON 2028 dan Dampak Ekonomi
Gus Yasin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota yang telah membantu menyokong para atlet. Menurutnya, Porprov ini menjadi batu loncatan untuk menjaring atlet potensial Jawa Tengah menuju PON 2028 mendatang.
Ia memprediksi gelaran tersebut juga akan menjadi daya ungkit bagi perekonomian daerah, khususnya Semarang Raya. Perputaran ekonomi di sektor konsumsi, transportasi, hingga tingkat okupansi hotel di sekitar venue dipastikan melonjak tajam selama perhelatan Porprov Jateng berlangsung.