SEMARANG — Sebanyak 10.000 atlet dan official dari seluruh Jawa Tengah akan bertanding di Porprov XVII yang berpusat di Semarang Raya. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, yang juga Ketua Panitia Besar, menyatakan progres persiapan sudah sangat baik. Ia memastikan pendaftaran atlet menjadi langkah akhir yang perlu diselesaikan.
Pendaftaran Atlet Ditutup Akhir Juli, Data Dikunci
Gus Yasin, sapaan akrab wagub, mengungkapkan pendaftaran atlet akan ditutup pada akhir Juli 2026. Setelah itu, data peserta dikunci untuk mencegah tarik-menarik atlet antarkabupaten/kota. “Hari ini progressnya sudah bagus, tinggal finalisasi. Pendaftaran atlet akan dibuka sampai akhir bulan ini,” ujarnya usai audiensi dengan KONI Jateng di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026).
Satu Cabang Olahraga Batal Dipertandingkan
Mayoritas cabang olahraga (cabor) siap, namun satu cabor belum bisa digelar pada Porprov tahun ini. Gus Yasin menyebut cabor berkuda harus ditiadakan. “Ada satu yang belum bisa kita laksanakan, salah satunya yaitu cabor berkuda,” jelasnya mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Venue Tersebar di Lima Daerah, Pembukaan di GOR Jatidiri
Seluruh venue di lima daerah tuan rumah—Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal—dinyatakan siap. Dua daerah pendukung juga terlibat: Kota Surakarta untuk venue balap sepeda track di Velodrome Manahan, dan Bandara Ngloram, Blora, untuk aeromodeling. Acara pembukaan digelar di GOR Jatidiri Semarang, sementara penutupan berlangsung di GOR Kabupaten Kendal.
‘Si Sakti’ Jadi Andalan Transparansi Data Pertandingan
KONI Jawa Tengah memperkenalkan sistem informasi bernama Si Sakti untuk mengawal seluruh jalannya Porprov. Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, sistem ini dirancang agar semua event, perkembangan kejadian, dan prestasi atlet tercatat secara real-time. “Sehingga dengan demikian, semua event, perkembangan kejadian, dan juga prestasi atlet langsung tercatat secara real-time,” terang Jarwanto, sapaan akrabnya.
Dengan Si Sakti, keterlambatan waktu atau kesalahan input data hasil pertandingan bisa diminimalkan. Para operator di masing-masing cabor dan induk organisasi telah mendapat pembekalan sejak beberapa waktu lalu. “Harapannya, pada saat pelaksanaan nanti, ini menjadi fasilitas yang baik, transparansi yang baik, dan sekaligus menyajikan informasi yang terpercaya bagi masyarakat,” tambahnya.
Perputaran Uang di Sektor Konsumsi Diprediksi Melonjak
Kehadiran ribuan atlet dan official diprediksi mendongkrak ekonomi daerah tuan rumah. Gus Yasin menyebut sektor konsumsi, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga okupansi hotel akan terdampak positif. “Paling enggak makannya, paling enggak jajannya, hotelnya. Jadi perputaran itu pasti bagus,” pungkasnya.
Porprov Jateng 2026 juga menjadi batu loncatan untuk menjaring atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.