Pencarian

Garansi Baterai dan Asuransi Banjir Jadi Kunci Sebelum Beli Mobil Listrik, Ini Kata Sompo Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 • 09:35:01 WIB
Garansi Baterai dan Asuransi Banjir Jadi Kunci Sebelum Beli Mobil Listrik, Ini Kata Sompo Indonesia
Suhandi Sumantri dari Sompo Indonesia menyampaikan paparan mengenai perlindungan kendaraan listrik di Jakarta.

JAWA TENGAH — Industri otomotif nasional tengah bersiap menyambut Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Berbagai pabrikan disebut telah menyiapkan model andalan, termasuk jajaran kendaraan listrik (EV). Di tengah tren yang didorong insentif pajak dan perluasan infrastruktur pengisian daya, Sompo Indonesia mengingatkan bahwa keputusan pembelian harus dilandasi pemahaman menyeluruh soal perlindungan kendaraan.

Jaringan Purna Jual dan Teknisi Kompeten Jadi Prioritas Pertama

Suhandi Sumantri menekankan bahwa calon pembeli jangan tergiur semata oleh harga kompetitif atau fitur canggih. Menurutnya, memastikan ketersediaan layanan purna jual adalah langkah awal yang wajib dilakukan.

"Pastikan merek yang dipilih memiliki jaringan layanan purnajual yang memadai, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknisi yang kompeten," ujar Suhandi dalam keterangan resminya. Ia memperingatkan agar konsumen tidak sampai menghadapi kendala di kemudian hari akibat terbatasnya dealer atau jaringan pendukung di Indonesia. Aspek ini dinilai krusial untuk menjaga kenyamanan, kemudahan perawatan, dan nilai jual kembali kendaraan dalam jangka panjang.

Garansi Baterai Hingga 8 Tahun: Pahami Batas Kilometer dan Syarat Klaim

Baterai merupakan komponen paling vital sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang ketentuan garansi dari pabrikan menjadi sebuah keharusan. Suhandi menyebutkan bahwa saat ini banyak produsen menawarkan garansi baterai hingga 8 tahun atau sekitar 120 ribu hingga 160 ribu kilometer.

"Pembeli mesti memahami dengan baik ketentuan garansi yang diberikan pabrik, mulai dari awal perlindungan, batas kilometer, hingga jenis kerusakan yang ditanggung," jelasnya. Informasi mengenai syarat dan ketentuan ini penting untuk diketahui sejak awal agar tidak timbul masalah saat klaim diajukan.

Polis Asuransi Harus Mencakup Baterai dan Sistem Tegangan Tinggi

Selain garansi pabrik, perlindungan asuransi juga menjadi perhatian serius. Sompo Indonesia menyarankan konsumen untuk memilih polis asuransi yang secara eksplisit mencakup komponen mobil listrik, termasuk baterai dan sistem kelistrikan bertegangan tinggi. Langkah ini dinilai penting mengingat biaya perbaikan atau penggantian baterai bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Risiko Banjir: Genangan Air Bisa Sebabkan Kerusakan Elektronik Fatal

Indonesia sebagai negara tropis memiliki risiko banjir yang tidak bisa diabaikan oleh pemilik kendaraan listrik. Meskipun teknologi EV modern dirancang dengan sistem proteksi baterai yang tahan terhadap percikan air dan genangan dalam batas tertentu, risiko kerusakan serius tetap mengintai jika kendaraan terendam.

"Pastikan garansi maupun polis asuransi menjelaskan perlindungan yang jelas terhadap risiko banjir," tegas Suhandi. Ia menambahkan bahwa kerusakan pada baterai dan komponen elektronik akibat banjir berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang sangat besar. Pada akhirnya, membeli mobil listrik bukan hanya soal mengikuti tren ramah lingkungan, tetapi juga tentang memastikan investasi terlindungi dalam jangka panjang dengan mempertimbangkan kualitas produk, garansi, dan cakupan asuransi yang tepat.

Bagikan
Sumber: makassar.terkini.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks