Pencarian

1.400 Siswa SD dan SMP di Salatiga Ikuti Jambore Ranting 2026, Disisipi Edukasi Lalin dan Kebencanaan

Rabu, 29 Juli 2026 • 11:05:01 WIB
1.400 Siswa SD dan SMP di Salatiga Ikuti Jambore Ranting 2026, Disisipi Edukasi Lalin dan Kebencanaan
siswa SD dan SMP di Kota Salatiga mengikuti Jambore Ranting 2026 di Bumi Perkemahan Buana Sakti.

SALATIGA — Sebanyak 1.400 siswa-siswi SD dan SMP di Kota Salatiga mengikuti Jambore Ranting 2026. Kegiatan yang digelar selama tiga hari di Bumi Perkemahan Buana Sakti itu dibagi dalam dua gelombang.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga Drs. Budi Prasetiyono, M.Si., mengatakan kegiatan ini merupakan program Dispora yang digelar dua tahun sekali. Tujuannya, menjaring kreativitas anak muda sekaligus meningkatkan kemandirian dan gotong royong.

"Sekaligus meningkatkan kemandirian dan tumbukan ke gotong royong disiplin dan sportivitas," kata Budi Prasetiyono, Selasa 28 Juli 2026.

Edukasi Kebencanaan dan Tertib Berlalu Lintas

Jambore Ranting 2026 lebih menekankan pada kemandirian para siswa. Namun, Dispora juga menyisipkan materi edukasi dari BPBD Kota Salatiga dan Satlantas Polres Salatiga. Peserta dibekali pengetahuan soal kebencanaan dan tertib lalu lintas.

Meski begitu, Budi memastikan kegembiraan, kebahagiaan, serta kekompakan dan kerja sama antartim tetap menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini.

UMKM Turut Digandeng untuk Pemberdayaan Ekonomi

Hal menarik lainnya, Dispora Salatiga bersama Kwarcam tingkat Kota Salatiga menggandeng UMKM dalam pelaksanaan jambore tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Saat ini para UMKM yang dilibatkan secara mandiri. Tahun depan rencananya akan difasilitasi lebih baik lagi sehingga jumlah peserta UMKM akan lebih banyak," ungkap Budi.

Sinergi antara kegiatan Pramuka, UMKM, dan masyarakat setempat diharapkan dapat menumbuhkan pemberdayaan ekonomi di Salatiga.

Dua Gelombang karena Keterbatasan Tempat

Kegiatan jambore ini dibagi dalam dua gelombang. Hal itu dilakukan karena keterbatasan tempat dan panitia, serta agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

Gelombang pertama untuk Kecamatan Tingkir dan Kecamatan Sidomukti diikuti sekitar 600 siswa. Gelombang kedua untuk Kecamatan Argomulyo dan Kecamatan Sidorejo diikuti 800 siswa.

Para peserta jambore juga akan mengikuti sejumlah pertandingan. Berbagai lomba diadakan sebagai ajang sportivitas dan menumbuhkan kemampuan bekerja dalam tim.

Kesiapan Peserta dari SD Al-Azhar 22 Salatiga

Salah satu sekolah yang berpartisipasi adalah SD Al-Azhar 22 Salatiga. Sebanyak 16 siswa dalam dua kelompok mengikuti jambore ini.

Salah seorang pembina sekaligus guru di SD Al-Azhar 22 Salatiga, Elly, mengatakan para siswa telah menjalani serangkaian pelatihan sebelum mengikuti jambore.

"Sebelumnya, kami telah melatih para siswa-siswi dengan berbagai kegiatan yang akan dilombakan. Baik keterampilan Kepramukaan seperti Pionering, Sandi, Morse, dan Semenanjung (Semaphore)," ungkap Elly.

Para peserta juga diuji dalam kecepatan dan ketepatan sandi isyarat, P3K, hasta karya, serta kerapian lapangan dan tenda. Lomba lain meliputi baris-berbaris, yel-yel kreatif, dan jelajah alam. Dalam bidang seni dan budaya, para siswa juga menampilkan pentas seni.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks